Peran Riset dan Pengembangan dalam Ekonomi Industri Kreatif

Di era milenial ini ada banyak sektor yang mendapat perhatian publik, khususnya pada sisi ekonomi Indonesia. Dengan adanya klaim pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada perekonomian negara saat ini, ekonomi industri kreatif adalah salah satu sektor yang paling menjadi sorotan dan patut dipertimbangkan keberadaannya.

Apa itu Industri Kreatif?

Industri kreatif adalah industry yang mengedepankan kreativitas tentu saja, lalu diiringin dengan skill dan talent yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Dalam industri kreatif, hampir sama dengan transaksi ekonomi pada umumnya dimana penyediaan produk kreatif bisa langsung kepada pelanggan atau melalui pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang tidak langsung berhubungan dengan pelangan itu sendiri.

Produk kreatif biasanya memiliki siklus hidup yang singkat, mempunyai resiko, margin, keanekaragaman, dan persaingan yang cukup tinggi, serta produknya juga mudah untuk ditiru. Selain ekonomi itu sendiri, sektor yang turut bersumbangsih dalam industri kreatif secara tidak langsung yaitu mencakup sektor teknologi, seni dan budaya. Secara rinci, departemen perdagangan mencatat ada 14 cakupan bidang dalam ekonomi kreatif, yaitu jasa periklanan, arsitektur, seni rupa, kerajinan, desain, mode (fashion), film, music, seni pertunjukkan, penertbitan, riset dan pengembangan, software, tv dan radio, serta video game.

Riset dan Pengembangan

Riset dan Pengembangan (R&D) merupakan kegiatan kreatif yang mencakup usaha inovatif yang memberikan penawaran berupa penemuan ilmu dan teknologi, serta penerapan ilmu dan pengatahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, serta teknologi baru agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Ada 3 unsur dalam riset dan pengembangan tersebut, yaitu :

  • Menghasilkan ilmiah baru tanpa tujuan aplikasi
  • Riset terapan yang memanfaatkan pengetahuan sebelumnya untuk berinovasi terkait suatu produk
  • Mengembangkan dan mengomersilkan aplikasi baru atau perbaikan yang ada

Adapun manfaat riset dan pengembangan mencakup :

  • Peningkatan persediaan pengetahuan, baik pengetahuan tentang cara meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, pendanaan, dan sebagainya yang berhubungan dengan industry kreatif tersebut
  • Peningkatan keterampilan pekerja, baik dalam segi inovasi sosial maupun kewirausahaan kreatif.
  • Menghasilkan instrumentasi ilmiah dan metodologi
  • Meningkatkan jejaring sosial dan akses informasi mengenai jumlah permintaan dan penawaran dalam pasar

Di Indonesia sendiri, sektor ekonomi kreatif dibawahi langsung oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF). Berdasarkan data dari BEKRAF sendiri, tercatat ada 5 provinsi yang memiliki pertumbuhan PDRB (Produk Domestic Regonal Bruto) yang paling signifikan terjadi pada wilayah Sumatera Utara, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Timur dan Bali.

Jika dibandingkan di dua tahun yang berbeda, akan terlihat angka kenaikan pertumbuhan pada bidang ekonomi kreatif, yaitu pada tahun 2014 dan 2016. Pada tahun 2014, masing-masing persentase untuk subsektor kuliner, kriya dan fashion ialah 1.91%, 1,89%, dan 1.62%. Sedangkan pada tahun 2016, masih dengan subsektor yang sama masing-masing subsektor persentase tercatat menjadi 41.40% pada kuliner, 14,4% pada kriya, dan 18,01% pada fashion.

Hal ini menunjukkan bahwasannya ekonomi kreatif akan sangat berpotensi menjadi poros ekonomi di masa yang akan datang karena tidak hanya besarnya nilai pendapatan yang akan diterima negara saja, program ini juga setidaknya mampu menurunkan angka penggangguran di Indonesia sebab ekonomi kreatif mampu untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi lapangan kerja yang akan tercipta nantinya.

Oleh karena itu, riset dan pengembangan di Indonesia pun harus terus dikembangkan agar mampu mendorong angka ekonomi  kreatif itu sendiri. Pemerintah juga diharapkan dapat mengambil bagian dengan menerapkan strategi yang jelas terkait pembangunan ekonomi kreatif berbasis riset dan pengembangan dan punya prioritas kerjasama yang tepat sesuai dengan orientasi kebutuhan saat ini dan prospeknya di masa depan.

 

 

Baca juga artikel terkait mengenai ekonomi dan bisnis lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp Chat
Send via WhatsApp